«

»

Jun
17
2012

Apa Itu Antropometri?

Hello all…! Let’s see, apa yang akan kita bahas kali ini? Antropometri. Apa itu? Beberapa dari kalian pasti sudah sering mendengar istilah pengukuran antropometri. Tapi mungkin ada baiknya jika kita membahas sedikit mengenai apa pengukuran antropometri itu sebelum masuk ke pembahasan utama kita mengenai peralatan-peralatan yang diperlukan dalam pengukuran antropometri.

Apa itu antropometri?

Antropometri berasal dari kata anthropos yang berarti manusia dan metros yang berarti ukuran. Antropometri dapat didefinisikan sebagai suatu studi tentang pengukuran tubuh manusia dalam hal dimensi tulang, otot, dan jaringan lemak. Dengan pengukuran antropometri ini akan diketahui tinggi badan, berat badan, dan ukuran badan aktual seseorang. Selanjutnya tinggi badan, berat badan dan ukuran tubuh (termasuk skinfolds dan circumferences) aktual seseorang ini dapat digunakan untuk tujuan menilai pertumbuhan dan distribusi lemak tubuh seseorang, serta dapat berguna sebagai data referensi.

Oke, sekarang kita akan langsung melanjutkan dengan beberapa peralatan yang dibutuhkan. Dalam kesempatan kali ini tidak semua alat ukur antropometri akan dibahas tapi hanya beberapa alat saja yang terdapat di ruang Lakesma seperti timbangan, pita LILA dan mikrotoise.

1. Timbangan

Timbangan merupakan salah satu alat ukur antropometri yang sudah tidak asing lagi bagi sebagian besar orang. Dengan alat ini seseorang dapat mengetahui berat badan aktual mereka yang kemudian dapat digunakan untuk menilai apakah berat badan seseorang dikatakan normal atau tidak. Rumus yang paling sering digunakan adalah rumus BMI (Body Mass Index atau Indeks Massa Tubuh) (BB(kg)/TB2(m)). Di mana rentang BMI normal adalah 18,5 – 22,9. Namun perlu diperhatikan bahwa hasil pehitungan BMI ini tidak dapat digunakan untuk membedakan kelebihan berat badan seseorang dikarenakan massa ototnya atau dikarenakan massa lemak tubuh. Seorang atlet dengan massa otot besar bisa saja memiliki hasil perhitungan BMI di atas rentang normal.

2. Pita LILA

Pita LILA (lingkar lengan atas) biasa digunakan untuk mengukur lingkar lengan atas dari lengan kiri atau lengan yang tidak aktif. Pita ukur ini terbuat dari karton berukuran 36,8 x 3,5 cm dengan lubang di ujungnya dan memiliki skala dalam ukuran sentimeter di kedua sisinya. Sisi pertama untuk mengukur lingkar lengan atas dan sisi lainnya untuk mengukur berat badan. Warna putih menandakan bahwa berat badan/lingkar lengan atas yang cukup, sedangkan warna merah merah menandakan bahwa berat badan/lingkar lengan atas kurang.

Pita LILA

Hasil pengukuran LILA < 23,5 cm biasanya dipakai untuk menunjukkan bahwa seorang wanita usia subur atau wanita hamil beresiko menderita KEK (Kurang Energi Kronis). Selain digunakan untuk menilai resiko KEK seorang wanita, hasil pengukuran LILA juga dapat dipakai untuk mencari tahu nilai BMI. Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh Powell dan Hennessy (2003) terhadap 1561 pasien emergensi di suatu rumah sakit didapatkan hasil bahwa terdapat hubungan yang cukup dekat antara BMI dan LILA yang dinyatakan dalam persamaan:

Untuk pria : BMI=1.01 x LILA – 4.7

Untuk wanita : BMI=1.10 x LILA -6.7

3. Mikrotoise

Mikrotoise adalah alat yang digunakan untuk mengukur tinggi badan seseorang. Dalam menggunakan mikrotoise seseorang perlu berhati-hati dan teliti saat memasang alat sebelum digunakan. Selain itu perlu diperhatikan pula prosedur pelaksanaan pengukuran tinggi bada yang tepat untuk mendapatkan hasil yang benar. Berikut adalah hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan mikrotoise, antara lain:

Microtoise

    1. Pilihlah tempat dengan dinding vertical (sedapat mungkin 90 derajat) dan permukaan lantai yang horizontal (180 derajat).
    2. Letakan microtoise di lantai dan tarik pita sentimeter ke atas sepanjang dinding sampai angka “0” muncul dan persis pada penunjuk angka microtoise.
    3. Pasang ujung microtoise pada dinding dengan paku/ lakban.
    4. Periksa kembali alat penunjuk angka pada microtoise di lantai apakah masih menunjukan angka “0”. Jika tidak pasang ulang posisi microtoise yang benar.
    5. Subjek yang akan diukur tidak boleh menggunakan alas kaki dan topi.
    6. Mikrotoa digeser ke atas sehingga lebih tinggi dari subjek yang akan di ukur.
    7. Pastikan bahwa subjek tersebut tidak menggunakan alas kaki dan tutup kepala (Topi).
    8. Subjek yang akan diukur berdiri tegak lurus dan rapat ke dinding  tepat dibawa mikrotoa (kepala bagian belakang, bahu bagian belakang, pantat dan tumit harus rapat ke dinding serta pandangan rata ke depan)
    9. Geser mikrotoa sampai menyentuh tapat pada bagian atas kepala dan pastikan sisi mikrotoa tetap menempel rapat ke dinding.
    10. Lalu baca penunjukan mikrotoa dengan pembacaan dilakukan dari arah depan tegak lurus  dengan mikrotoa (Posisi pembacaan sangat mempengaruhi hasil tinggi badan.
    11. Pencatatan tinggi badan silakukan dengan ketelitian satu angka sibelakang koma. (0,1)

 

Referensi

Depkes. 2007. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor: 747/Menkes/SK/VI/2007 tentang Pedoman Operasional Keluarga Sadar Gizi Di Desa Siaga. http://gizi.depkes.go.id/wp-content/uploads/2012/05/ped-ops-Kadarzi.pdf. Diakses pada tanggal 14 Juni 2012.

Ismail, Ikram Shah. 2004. Management of Obesity. http://www.moh.gov.my/attachments/3932. Diakses pada tanggal 16 April 2012.

National Health and Nutrition Examination Survey (NHANES). 2004. Anthropometry Procedures Manual. http://www.cdc.gov/nchs/data/nhanes/nhanes_03_04/BM.pdf. Diakses pada tanggal 14 Juni 2012.

Powell et al. 2003. A comparison of mid upper arm circumference, body mass index and weight loss as indices of undernutrition in acutely hospitalized patients. http://www.umdnj.edu/ idsweb/idst8000/charney_article.pdf. Diakses pada tanggal 9 Mei 2012

Permanent link to this article: http://lakesma.ub.ac.id/2012/06/apa-itu-antropometri/

2 comments

  1. pradana says:

    mantap !!!!

  2. Pabrianto Abdul Rasyid says:

    Keren keren keren

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>