May
26
2011

Selamat Datang di Official Website Lakesma

Permanent link to this article: http://lakesma.ub.ac.id/2011/05/selamat-datang-di-official-website-lakesma/

Sep
24
2014

IRITASI MATA

shutterstock_90990998Iritasi mata atau Konjungtivitis adalah peradangan pada selaput bening yang menutupi bagian putih mata dan bagian dalam kelopak mata. Peradangan tersebut menyebabkan timbulnya berbagai macam gejala, salah satunya adalah mata merah. Penyakit ini bervariasi mulai dari hyperemia ringan dengan mata berair sampai konjungtivitis berat dengan banyak sekret purulen kental. Konjungtivitis dapat disebabkan oleh virus, bakteri, alergi, atau kontak dengan benda asing, misalnya kontak lensa. Salah satu bentuk konjungtivitis adalah konjungtivitis alergi. Konjungtivitis alergi adalah peradangan konjungtiva yang disebabkan oleh reaksi alergi atau hipersensitivitas tipe humoral ataupun sellular.

Penyebab dari Konjungtivitis alergi dapat disebabkan oleh berbagai hal seperti :

  1. reaksi alergi terhadap debu, serbuk sari, bulu binatang
  2. iritasi oleh angin, debu, asap, dan polusi udara
  3. pemakaian lensa kontak terutama dalam jangka panjang.

Secara umum, Konjungtivitis terjadi karena kerusakan jaringan akibat masuknya benda asing ke dalam konjunctiva akan memicu suatu kompleks kejadian yang dinamakan respon radang atau inflamasi. Tanda-tanda terjadinya inflamasi pada umumnya adalah kalor (panas), dolor (nyeri), rubor (merah), tumor (bengkak) dan fungsiolesa. Masuknya benda asing ke dalam konjungtiva tersebut pertama kali akan di respon oleh tubuh dengan mengeluarkan air mata. Air mata diproduksi oleh Apartus Lakrimalis, berfungsi melapisi permukaan konjungtiva dan kornea sebagai Film air mata. Fungsi air mata:

  1. Menghaluskan permukaan air kornea
  2. Memberi nutrisi pada kornea
  3. Anti bakteri
  4. Perlindungan mekanik terhadap benda asing
  5. Lapisan Akuos (berada di tengah)

Terjadinya suatu peradangan pada konjungtiva juga akan menyebabkan vasokonstriksi segera pada area setempat, peningkatan aliran darah ke lokasi (vasodilatasi) dalam hal ini adalah a. ciliaris anterior dan a. palpebralis sehingga mata terlihat menjadi lebih merah, terjadi penurunan velocity aliran darah ke lokasi radang (leukosit melambat dan menempel di endotel vaskuler), terjadi peningkatan adhesi endotel pembuluh darah (leukosit dapat terikat pada endotel pembuluh darah), terjadi peningkatan permeabilitas vaskuler (cairan masuk ke jaringan), fagosit masuk jaringan (melalui peningkatan marginasi dan ekstravasasi), pembuluh darah membawa darah membanjiri jaringan kapiler jaringan memerah (RUBOR) dan memanas (KALOR), peningkatan permeabilitas kapiler, masuknya cairan dan sel dari kapiler ke jaringan terjadi akumulasi cairan (eksudat) dan bengkak (edema), peningkatan permeabilitas kapiler, penurunan velocity darah dan peningkatan adhesi, dan migrasi leukosit (terutama fagosit) dari kapiler ke jaringan.

Inflamasi diawali oleh kompleks interaksi mediator-mediator kimiawi yakni:

  • Histamin
    Dilepaskan oleh sel merangsang vasodilatasi dan peningkatan permeabilitas kapiler.
  • Lekotrin
    Dihasilkan dari membran sel meningkatkan kontraksi otot polos mendorong kemotaksis untuk netrofil.
  • Prostaglandin
    Dihasilkan dari membran sel meningkatkan vasodilatasi, permeabilitas vaskuler mendorong kemotaksis untuk neutrofil.
  • Platelet aggregating factors
    Menyebabkan agregasi platelet mendorong kemotaksis untuk neutrofil.
  • Kemokin
    Dihasilkan oleh sel pengatur lalu lintas lekosit di lokasi inflamasi) beberapa macam kemokin: IL-8 (interleukin-8), RANTES (regulated upon activation normal T cell expressed and secreted), MCP (monocyte chemoattractant protein).
  • Sitokin
    Dihasilkan oleh sel-sel fagosit di lokasi inflamasi pirogen endogen yang memicu demam melalui hipotalamus, memicu produksi protein fase akut oleh hati, memicu peningkatan hematopoiesis oleh sumsum tulang à leukositosis beberapa macam sitokin yaitu: IL-1 (interleukin-1), IL-6 (interleukin-6), TNF-a (tumor necrosis factor alpha).
  • Mediator lain (dihasilkan akibat proses fagositosis).
    Beberapa mediator lain: nitrat oksida, peroksida dan oksigen radikal. Oksigen dan nitrogen merupakan intermediat yang sangat toksik untuk mikroorganisme.

Gejala utama penyakit alergi ini adalah radang (merah, sakit, bengkak, dan panas), gatal, silau berulang dan menahun. Tanda karakteristik lainnya adalah terdapatnya papil besar pada konjungtiva, injeksi konjungtiva, datang bermusim, yang dapat mengganggu penglihatan. Walaupun penyaki alergi konjungtiva sering sembuh sendiri akan tetapi dapat memberikan keluhan yang memerlukan pengobatan. Pada pemeriksaan laboratorium ditemukan sel eosinofil, sel plasma, limfosit, dan basofil yang meningkat. Dapat juga dilakukan pemeriksaan tes alergi untuk mengetahui penyebab dari alerginya itu sendiri.

 Biasanya penyakit ini dapat sembuh dengan sendirinya (self limiting disease), hal ini disebabkan oleh faktor-faktor :

  1. Konjungtiva selalu dilapisi oleh tears film yang mengandung zat-zat anti mikrobial
  2. Stroma konjungtiva pada lapisan adenoid mengandung banyak kelenjar limfoid
  3. Epitel konjungtiva terus menerus diganti
  4. Temperatur yang relatif rendah karena penguapan air mata, sehingga perkembangbiakan mikroorganisme terhambat
  5. Penggelontoran mikroorganisme oleh aliran air mata
  6. Mikroorganisme tertangkap oleh mukous konjungtiva hasil sekresi sel-sel goblet kemudian akan digelontor oleh aliran air mata

Sumber:

  • (Khurana AK. Diseases of the conjunctiva. Dalam : Khurana AK, editor. Comprehensive Ophtalmology. Ed. 4. New Delhi: New Age ; 2010. h. 51-88.)
  • ( Ilyas S. Mata merah dengan penglihatan normal. Ilyas S, editor. Dalam: Ilmu Penyakit Mata Edisi ke-3. Jakarta: FKUI; 2009. h116-46)
  • ( Khurana AK. Diseases of the conjunctiva. Dalam : Khurana AK, editor. Comprehensive Ophtalmology. Ed. 4. New Delhi: New Age ; 2010. h. 51-88)

Permanent link to this article: http://lakesma.ub.ac.id/2014/09/iritasi-mata/

Sep
24
2014

Efek Minuman Asam terhadap Kesehatan Gigi

Walaupun gteethigi, khususnya lapisan email adalah lapisan yang paling keras pada tubuh kita, namun ada 1 kelemahannya, yaitu mudah dilarutkan atau mudah dihancurkan oleh asam sebagai senjata jitu bakteri untuk merusak gigi kita. Asam tidak hanya diproduksi oleh bakteri, asam juga terdapat pada makanan dan minuman yang kita konsumsi sehari-hari. Air liur kita memiliki pH sekitar 6,8-7 di mana pH tersebut adalah pH yang baik bagi gigi kita. Ketika pH di mulut kita menjadi 5,5 ke bawah, lapisan email di gigi kita akan mulai larut. Jadi ketika mengonsumsi suatu minuman atau makanan yang memiliki pH 5,5 pH kebawah, maka minuman tersebut sudah “memakan” gigi kita. Mari kita lihat minuman apa saja yang dapat membahayakan gigi kita, mungkin beberapa di antaranya adalah favorit kita :

1. Soda. Soda adalah minuman berkarbonasi yang memiliki pH yang ekstrim rendahnya. Ditambah minuman bersoda biasanya mengandung gula yang tinggi. Alhasil semakin berpotensi minuman ini merusak gigi kita. pH minuman bersoda berkisar 2,5 sampai 3,9. Mengerikan bukan?

2. Jus buah. Mungkin kita bingung mengapa jus buah termasuk minuman yang mengandung asam dan dapat berakhir pada rusaknya gigi, padahal jus buah adalah minuman yang sangat bergizi bagi tubuh kita. Namun begitu lah jus lemon menduduki peringkat teratas dalam hal tingkat keasamannya yaitu dengan pH 2, kemudian disusul dengan jus apel, cranberry, dsb. Di bawah akan diberikan trik bagaimana agar kita dapat mengonsumsi jus buah yang sehat bagi tubuh kita namun tidak merusak gigi kita.

3. Jus sayur. Begitu pula jus sayur termasuk minuman yang memiliki pH rendah sekalipun tidak seekstrim jus buah yaitu kurang lebih sekitar 4. Namun tetap saja berpotensi untuk melarutkan lapisan email pada gigi kita.

4. Sport drinks. Setelah olahraga, tidak ada yang dapat mengalahkan rasa segarnya sport drinks. Namun di sisi lain minuman ini sangat berbahaya bagi kesehatan gigi kita dengan pH 2,75 – 3.

5. Minuman berasa seperti iced tea dalam kemasan dan juga minum-minuman keras. Adakah di antara kita yang menyenangi kedua jenis minuman di atas. Tidak kalah mengerikan juga dalam hal merusak gigi dengan pH 2,8 – 3,4.

Sepertinya ketika kita melihat daftar di atas, kita menjadi enggan untuk minum minuman yang menyegarkan, apalagi yang sehat seperti jus buah dan jus sayur. Namun tidak perlu kuatir, salah satu trik agar kita dapat meminum minuman tersebut namun tetap memiliki gigi yang sehat adalah mengurangi frekuensinya, langsung minum air mineral setelah mengonsumsi minuman tersebut, persempit durasi minuman tersebut berada di dalam mulut kita, dan jangan lupa untuk tetap rutin menyikat gigi 2 kali sehari pagi dan malam sebelum tidur.

Sumber :

  • Ireland AJ, Guinness NM, Sherriff M. An investigation into the ability of soft drink to adhere to enamel. Caries Res 1995; 29: 470–6
  • Lussi A, Jaeggi T, Ucharer UJ. Predition of the erosive potential of some beverages. Caries Res 1995; 29: 349–54.
  • Zainuddin M. Kinetika reaksi pelepasan kalsium dari enamel dalam medium yang bersifat asam. Majalah Kedokteran Gigi Surabaya 1999; 32(3):126–9.

Permanent link to this article: http://lakesma.ub.ac.id/2014/09/efek-minuman-asam-terhadap-kesehatan-gigi/

Jun
12
2014

IKAN KEMBUNG SEBAGAI SUMBER OMEGA 3 YANG BAIK UNTUK PERKEMBANGAN OTAK JANIN

nutritional-typeAsupan Gizi sangat menentukan kesehatan ibu hamil dan janin yang dikandungnya. Kebutuhan gizi pada masa kehamilan akan meningkat sebesar 15% dibandingkan dengan kebutuhan wanita normal. Peningkatan gizi ini dibutuhkan untuk pertumbuhan rahim (uterus), payudara (mammae), volume darah, plasenta, air ketuban, dan pertumbuhan janin. Makanan yang dikonsumsi oleh ibu hamil akan digunakan untuk pertumbuhan janin sebesar 40% dan sisanya 60% digunakan untuk memenuhi kebutuhan tubuh ibunnya. Asupan makanan yang dikonsumsi oleh ibu hamil berguna untuk pertumbuhan dan perkembangan janin (Mellyna, 2001: 68)

Perlu diperhatikan, bahwa selama kehamilan berbagai zat yang dikonsumsi oleh ibu hamil akan berdampak langsung pada kesehatan dan perkembangan janin. Makanan inilah yang akan menentukan proses tumbuh kembang otaknya kelak. Jadi jika ingin memperoleh seorang anak yang sehat dan cerdas, ibu hamil perlu memerhatikan makanan yang dikonsumsi selama masa kehamilannya. Dalam hal ini makanan yang dikonsumsi harus disesuaikan dengan kebutuhan tubuh dan janin yang dikandungnya. Salah satu upaya  ibu hamil yang dapat mempengaruhi perkembangan otak janin dengan cara yang sehat seperti, mengonsumsi makananan yang kaya akan pembangun otak, yaitu lemak omega 3.

sIkan merupakan jenis makanan sehat yang rendah lemak jenuh tinggi protein dan merupakan sumber penting asam lemak omega 3. Selain itu ikan kaya akan vitamin, mineral dan nutrisi yang dibutuhkan agar tubuh tetap sehat. Ikan sangat direkomendasikan oleh banyak pakar kesehatan sebagai makanan dengan manfaat kesehatan yang kompleks.

Berdasarkan habitatnya, ikan digolongkan menjadi dua yaitu ikan air laut dan ikan air tawar. Habitat tersebut akan menentukan jenis makanan ikan, yang keudian akan mempengaruhi kandungan zat gizi ikan. Ikan air tawar terutama kaya akan karbohidrat dan protein, sedangkan ikan laut kaya akan lemak , vitamin dan mineral (Khomsan,2004: 43).

Selain itu komposisi gizi ikan sangat bervariasi dan dipengaruhi oleh banyak faktor yaitu spesies, jenis kelamin, tingkat kematangan (umur), musim, siklus bertelur dan letak geografis. Seperti halnya komposisi ikan kembung yang merupakan ikan laut terdiri dari 95% trigliserida dan asam-asam lemak berantai lurus. Lemak ikan ini mengandung asam lemak tidak jenuh. Jenis asam lemak tidak jenuh yang paling banyak yaitu omega 3 yang berperan penting dalam proses tumbuh kembang sel – sel otak sehingga dapat meningkatkan kecerdasan terutama pada janin yang sedang mengalami perkembangan.

Protein ikan menyediakan kebutuhan protein hewani yang diperlukan oleh manusia. Kandungan protein ikan kembung relatif besar yaitu antara 15-25% untuk 100 gram daging ikan. Selain itu, protein ikan terdiri dari asam-asam amino yang hampir semuanya diperlukan oleh tubuh manusia.ikan-kembung_2065

Ikan kembung juga mengandung sumber gizi mineral dan vitamin. Jumlah mineral pada dagingnya hanya sedikit. Garam-garam mineral yang terdapat pada daging ikan ini terutama dalam garam fosfat adalah komponen terikat pada adenosin trifosfat (ATP) yang merupakan senyawa-senyawa yang berperan dalam proses glikolisis. Selain itu ikan kembung juga dipandang sebagai sumber kalsium, besi , tembaga dan yodium. Vitamin yang terdapat pada ikan terbagi menjadi dua bagian yaitu vitamin B kompleks dan vitamin yang larut dalam lemak seperti vitamin A,D, dan E.

Tabel 2.1 Komposisi Ikan Kembung dalam 100 gram

Komponen

Jumlah

Kalori 103 kal
Protein 22 g
Lemak 1 g
Karbohidrat 0 g
Kalsium 20 mg
Fosfor 200 mg
Besi 1 mg
Vitamin A 30 SI
Vitamin B1 0,05 mg
Vitamin C 0 mg
Air 76 g
b.d.d 80%
VRS (Volatile Reducing Substance) 54 mgrek

Sumber : Direktorat Gizi Departemen Kesehatan RI

NutritionIkan kembung mengandung lemak sekitar 1-20%. Kandungan lemak tersebut, mudah dicerna serta langsung dapat digunakan oleh jaringan tubuh. Kandungan lemaknya sebagian besar adalah asam lemak tak jenuh yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan dapat menurunkan kolesterol darah (Kordi, 2010).

Selama ini masyarakat hanya mengenal asam lemak omega 3 tertinggi terdapat pada ikan salmon yang merupakan ikan import dengan harga yang mahal, namun para ahli telah membuktikan bahwa kandungan omega 3 tertinggi terdapat pada ikan lokal, yaitu ikan kembung yang mudah diperoleh dengan harga terjangkau di pasar-pasar tradisional.

Tabel 2.2 Kandungan Asam Lemak Omega 3 per 100 Gram pada Berbagai Jenis Ikan

Jenis ikan

Asam lemak omega 3

Kembung

2,2

Tuna

2,1

Sardin

1,2

Salmon

1,6

Makarel

1,9

Herring

1,9

Teri

1,4

Tongkol

1,5

Tawes

1,5

Sumber: www.calorie-count.com

Asam lemak yang sangat penting bagi pertumbuhan janin tidak dapat diproduksi sendiri oleh tubuh. Jadi harus dikonsumsi dari luar dalm bentuk makanan. Dari berbagai organ tubuh janin yang mengalami pertumbuhan pesat pada usia kehamilan triwulan kedua, pertumbuhan yang terpenting adalah pertumbuhan sel otaknya. Sel-sel otak janin dibentuk sejak pembuahan dan berlangsung sampai bayi berumur dua tahun, namun pertumbuhan otak yang pesat dimulai sejak janin berusia pada masa kehamilan triwulan kedua. Khusus untuk pertumbuhan sel-sel otak tersebut diperlukan asam lemak esensial yang dapat dibentuk oleh janin yaitu DHA (Docosahexaenoic acid) dan EPA (Eicosapentaenoic acid) yang merupakan jenis asam lemak omega 3. Makanan yang kandungan EPA dan DHAnya tinggi adalah ikan laut atau semua jenis hidangan yang berasal dari laut.

Ikan laut sangat besar perananya dalam perkembangan otak sehingga keberadaanya sangat diperlukan pada masa pertumbuhan otak janin dan retina. Pada masa rawan perkembangan otak, omega 3 sangat dibutuhkan karena 50% dari asam lemak yang terdapat pada jaringan otak adalah DHA dan EPA. Beberapa studi menunjukkan bahwa asam lemak omega 3 merupakan lemak tak jenuh yang terbukti dapat membantu perkembangan IQ dan Psikomotorik bayi atau anak (Khomsan, 2004).

imagessDari penelitian yang sudah dilakukan menyatakan, bahwa omega 3 juga bermanfaat pada aktivitas mata (visual activity) untuk meningkatkan kemampuan belajar dan mengingat, meningkatkan kekebalan tubuh, menghilangkan gejala rheumatoid arthritis dan multiple sclerosis, serta menghambat pertumbuhan kanker. Selain itu omega 3 sangat dibutuhkan oleh janin untuk pembentukan sel-sel darah dan jantung.

Kurang mengonsumsi makanan yang mengandung omega 3 dapat mengakibatkan sejumlah gangguan mental berupa depresi, ingatan yang jelek, kecerdasan yang rendah, kelemahan dalam belajar, disleksia, tidak dapat menaruh perhatian (attention deficit disorder), skizofrenia, pikun, penyakit alzheimer, penyakit saraf degeneratif, sklerosis ganda,alkoholisme, pandangan yang lemah, kurang konsentrasi (Kordi, 2010: 4).

Serta beberapa penelitian di Amerika menunjukkan, bahwa kekurangan omega 3dapat mengakibatkan beberapa risiko seperti keterbelakangan mental, jantung, dan komplikasi terhadap sistem kekebalan tubuh. Oleh karena itu ibu hamil harus mengonsumsi makanan-makanan bergizi yang disesuaikan dengan kebutuhan janin. Dengan mengonsumsi ikan kembung seorang ibu hamil dapat memenuhi omega 3 untuk janin di dalam kandungannya selama masa kehamilan.

DAFTAR PUSTAKA

Efendy, F. Makhfudli. 2009. Keperawatan Kesehatan Komunitas Teori dan Praktik dalam Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.

Elsevier. 2009. Ilmu Kesehatan Masyarakat untuk Mahasiswa Kebidanan. Jakarta: EGC.

Henderson C. 2005. Buku Ajar Konsep Kebidanan. Jakarta: EGC.

Sugono, Dendy. 2009. Mahir Berbahasa Indonesia dengan Benar. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Uripni, CL. 2003. Komunikasi Kebidanan. Jakarta: EGC.

Yuwono,S. 1985. Ikhtisar Komunikasi Administrasi. Yogyakarta: Liberty.

Permanent link to this article: http://lakesma.ub.ac.id/2014/06/ikan-kembung-sebagai-sumber-omega-3-yang-baik-untuk-perkembangan-otak-janin/

Jun
05
2014

Mari Kita Kenali Automatic External Defibrillator (AED)

Defibrillator eksternal otomatis/automated external defibrillator (AED) merupakan perangkat portable kejutan listrik melalui dada ke jantung. Kejutan listrik yang dihasilkan dari AED dapat menghentikan ritme yang tidak beraturan/irregular dan diharapkan dengan demikian mampu mengembalikan irama normal jantung pada kasus-kasus sudden cardiac arrest/ serangan  jantung mendadak.

 Serangan jantung mendadak adalah penurunan tiba-tiba dari fungsi jantung . Jika tidak ditangani  dalam beberapa menit , dapat dengan cepat menyebabkan kematian, karena kurangnya suplai darah ke seluruh organ dan bagian tubuh. Sebagian besar kasus serangan jantung mendadak merupakan akibat dari fibrilasi ventrikel jantung . Fibrilasi ventrikel merupakan kejadian dimana irama jantung tidak sinkron sehingga mengakibatkan jantung memompa tidak seperti seharusnya melainkan bergetar (fibrilasi) atau berkontraksi sangat cepat, sehingga jantung tidak dapat terisi dan terpompa akibat kontraksi yang terlalu cepat dari bilikjantung (ventrikel). Dalam keadaan demikian jantung harus segera  di de-fibrilasi, karena kesempatan hidup korban menurun 7 sampai 10 persen untuk setiap menit jika detak jantung normal tidak dikembalikan.

Kapan AED digunakan?

AED digunakan saat ditemukan pasien/korban yang diduga mengalami ventrikel defibrilasi atau ventrikel tachicardi tanpa pulsasi, yang ditandai dengan kesadaran yang tiba-tiba menurun tanpa ditemukan pulsasi nadi dan sebelumnya tanpa trauma/ penyebab lain dan terdapat nyeri didada kiri.

Mengapa AED penting ?
AED memungkinkan lebih banyak orang untuk merespon keadaan darurat medis dimana defibrilasi diperlukan. Karena AED portabel, sehingga memungkinankan AED digunakan oleh orang nonmedis. AED dapat menjadi bagian dari program tanggap darurat (emergency response) yang juga termasuk penggunaan cepat telfon emergency 118 dan pelayanan cepat resusitasi jantung paru (RJP). Ketiga kegiatan tersebut sangat penting untuk meningkatkan kemungkinan selamat dari serangan jantung.

Bagaimana AED bekerja?
Sebuah komputer built-in memeriksa irama jantung korban melalui elektroda perekat . Komputer tersebut akan  menghitung apakah defibrilasi diperlukan. Jika ya, suara rekanaman didalam alat akan  memberitahu penyelamat untuk menekan tombol kejut pada AED. Kejutan ini sesamemulihkan jantung dan menghentikan semua aktivitas jantung membuat jantung tidak berdetak. Hali ini memberi jantung kesempatan untuk melanjutkan berdetak secara efektif. Instruksi dari alat akan memandu pengguna di setiap prosesyang dibutuhkan. AED akan menyarankan kejutan hanya untuk ventrikel fibrilasi atau kondisi yang mengancam jiwa lain yang disebut takikardia ventrikel tanpa pulsasi.

Bagaimana Cara Menggunakan AED?

Pada saat dibuka dan dihidupkan, maka akan muncul suara nstruksi dari AED. AED akan menginstruksikan untuk menelfon EMS (Emergency medical service) di kota Malang,nomer yang dapat dihubungi adalah 0341-320118, setelah menelfon akan muncul instruksi selanjutnya untuk melakukan resusitasi jantung paru dengan cara mengkompresi dada diantara kedua papilla mamae (putting susu) dengan kedalaman 5-6 cm pada orang dewasa sebanyak 30 kali yang akan dilanjutkan dengan instruksi untuk melakukan pernafasan bantuan sebanyak dua kali dari mulut ke mulut, selanjutnya alat akan menginstruksikan untuk memasang pedal dari AED di dada kanan secara vertical dan di dada kiri bawah secara horizontal, selanjutnya alat akan medeteksi apakah jantung perlu di defibrilasi, jika iya maka alat akan menginstruksikan untuk menekan tombol kejutan, namun sebelum menekan tombol, harus dipastikan bahwa tidak ada orang yang sedang kontak atau memegang korban agar tidak tersengat listrik yang dialirkan AED. Informasi lebih lanjut dan detail terdapat pada alogaritma berikut :


Siapa yang dapat menggunakan AED ?
Personil non-medis seperti polisi, pemadam kebakaran , pramugari, penjaga keamanan dan orang –orang non medis lainnya yang telah dilatih dengan baik dapat menggunakan AED.

Apakah AED aman untuk digunakan?
AED aman digunakan oleh siapa saja yang sudah dilatih untuk mengoperasikannya. Penelitian telah menunjukkan bahwa 90 persen AED mampu mendeteksi ritme yang harus di-defibrillasi , dan 95 persen AED mampu  merekomendasikan TIDAK memberikan kejutan listrik ketika komputer menunjukkan indikasi tidak perlu defibrilasi.

Di mana sebaiknya AED ditempatkan dan dapat ditemukan?
Semua kendaraan respon cepat (emergency response), termasuk ambulans dan  mobil pemadam kebakaran harus memiliki AED. AED juga harus ditempatkan di berbagai tempat umum  seperti arena olahraga, bandara, kompleks perkantoran, tempat peraktek dokter dan tempat publik lainnya atau tempat pribadi di mana sejumlah besar orang berkumpul atau di mana orang-orang yang berisiko tinggi untuk serangan jantung hidup.

Sumber AHA (America heart association) 2010

 

Permanent link to this article: http://lakesma.ub.ac.id/2014/06/mari-kita-kenali-automatic-external-defibrillator-aed/

Apr
24
2014

ARTIKEL KEGIATAN TIMKES KKM TEKNIK 2014

31032014(005)Pada hari Minggu, 30 Maret 2014 Lakesma mengirimkan 4 orang perwakilannya sebagai Timkes shift 2 KKM Teknik yang bertempat di Kecamatan Wagir Kabupaten Malang dengan koordinator dari Divisi Yankes, Darmawan Darkim. Empat orang perwakilan tersebut adalah Adhika Twas G. (Farmasi 2012), Rahmat R. R. (Gizi 2012), Sofia Maharani P. (Gizi 2012), dan Made Cynthia P. (Kebidanan 2012). Pemberangkatan dari FK dimulai pada hari Minggu, 30 Maret 2014 pukul 17.30 dan timkes berlangsung hingga hari Selasa, 1 April 2014 pukul 02.00.

Minggu, 30 Maret 2014

Pada pukul 16.00 empat orang Timkes dari Lakesma sudah bersiap-siap di PHC menunggu jemputan dari panitia KKM. Namun, kedatangan panitia agak molor dikarenakan beberapa hal. Akhirnya keempat orang timkes tersebut berangkat menggunakan kendaraan pribadi dengan panduan panitia pada pukul 17.30 dan tiba di tempat pelaksanaan KKM yaitu di daerah Wagir Kabupaten Malang pada pukul 19.00. Setibanya di tempat kegiatan kami diistirahatkan terlebih dahulu di Musholla desa karena mobilisasi ke tenda kesehatan baru akan dimulai pada saat kegiatan peserta dimulai. Sembari menunggu mobilisasi ada panitia yang dating ke musholla dengan keluhan pusing dan merasa mual. Karena obat-obatan yang partisipan timkes bawa terbatas akhirnya penanganan awal yang kami berikan yaitu memberikan minyak angin serta diistirahatkan sambil menyuruh pasien tersebut untuk makan pisang yang utungnya partisipan membawanya. Setelah makan pisang barulah si pasien tersebut diberikan Supravit dan Paracetamol. Setelah menangani pasien dari panitia tersebut, partisipan timkes dimobilisasi menuju tenda kesehatan.

Pukul 21.00 setibanya di tenda kesehatan 4 orang partisipan bertemu dengan dua orang shift pertama yaitu mas Febri dan mas Endar. Untuk timkes, perwakilan dari Lakesma dibagi menjadi dua kelompok ada yang bagian di tenda kesehatan putri dan ada yang di tenda kesehatan putra. Kegiatan malam hari dimulai yaitu evaluasi peserta dimana tempatnya berada di lahan depan tenda kesehatan. Satu persatu peserta datang ke tenda kesehatan dengan berbagai keluhan. Mayoritas peserta sakit dengan keluhan gastritis akut maupun kronis. Penanganan yang diberikan yaitu diistirahatkan serta diberikan camilan-camilan lalu diberikan obat maag (antasida, ranitidine, omeprazole). Selain itu pusing, mual, dan muntah dengan penanganan diistirahatkan lalu diberikan obat (parasetamol, vosea). Kemudian ada pasien yang dipulangkan karena typhusnya kambuh. Kemudian ada peserta yang mengeluh sulit BAB dan ada juga yang terkena Infeksi Saluran 31032014(001)Kemih (ISK). Usut punya usut ternyata setelah disurvey dari beberapa peserta banyak dari mereka yang mengaku sebelum berangkat mengkonsumsi Pil KINA. Selain itu peserta juga mengeluh kekurangan air minum, lalu partisipan timkes dari Lakesma maupun timkes dari KSR memberikan penanganan kepada pasien yaitu diistirahatkan dan menyuruh pasien untuk minum air hangat yang telah disediakan. Hingga pukul 23.30 ada peserta yang dirujuk ke puskesmas terdekat dengan keluhan gastritis kronis karena keadaannya sudah terbilang sangat lemah dan fasilitas dari timkes kurang.

 

Senin, 31 Maret 2014

Pukul 07.30 pada kegiatan pertama peserta di hari itu yakni kegiatan olahraga bersama sebelum memulai kegiatan inti banyak pasien dari peserta yang berdatangan ke tenda kesehatan dengan berbagai keluhan. Ada yang mengeluh pusing, demam, gastritis, diare disertai dehidrasi, thyphus, serta hipotensi. Karena mereka tidak memungkinkan untuk mengikuti kegiatan, partisipan dari timkes terpaksa mengistirahatkan pasien di tenda kesehatan untuk memulihkan kondisi si pasien tersebut.

31032014(002)Pukul 08.30 hingga sore hari kami dari timkes dibagi menjadi tiga kelompok untuk mengikuti kegiatan. Pembagiannya yaitu Mas Febri beserta satu orang dari KSR dan satu orang dari Panitia Divisi Kesehatan ditugasi untuk menuju ke tempat proyek PJU (Penerangan Jalan Umum), Adhika ditugasi menuju ke tempat proyek Bakti Desa, dan Mas Endar bersama Rezky stand by di Pos kesehatan dengan proyek peserta yaitu bersih-bersih lahan. Dari pembagian tersebut rata-rata peserta mengeluh nyeri lambung, pusing, mual, dan muntah serta babras di bagian ekstremitas atas maupun bawah disebabkan kegiatan proyek mereka. Pada saat itu terdapat dua orang peserta putra dipulangkan karena mereka merasa sudah tidak sanggup lagi mengikuti kegiatan ditambah lagi dengan kondisi mereka yang sudah sangat kritis. Sore hari sekitar pukul 17.00 partisipan timkes yang shift 1 (mas Febri dan mas Endar) kembali ke FK diantar oleh panitia bersama dua orang peserta putri.

Maghrib menjelang malam pada saat kegiatan rohani peserta, ada dua orang peserta yang menuju ke tenda kesehatan dengan keluhan kram paha serta dislokasi jari kaki bagian kelingking. Pada peserta pertama penanganan yang dilakukan yaitu dengan memberikan balsem di sekitar pahanya yang kram kemudian diistirahatkan selama kurang lebih 15 menit. Kemudian pada peserta kedua penanganan yang dilakukan dengan memfiksasi jari kakinya serta dibalut, dan setelah itu peserta sudah bisa berjalan kembali.

Pukul 22.00 hingga dini hari kegiatan selanjutnya yaitu evaluasi peserta. Hari ke 3, Alhamdulillah tenda kesehatan sudah ada penerangannya. Seperti pada evaluasi-evaluasi di hari sebelumnya keluhan peserta sama. Sekitar pukul 01.00 evalusai peserta selesai, partisipan timkes shift 2 kembali ke FK dan sampai di FK sekitar pukul 02.00 dini hari.

 

Permanent link to this article: http://lakesma.ub.ac.id/2014/04/artikel-kegiatan-timkes-kkm-teknik-2014/

Apr
24
2014

ARTIKEL KEGIATAN PETIS BAKSOS TBM NURUL QOLBI 2014

Tanggal 21 sampai dengan 23 Maret 2014 LAKESMA mengirimkan partisipan untuk acara Petis & Baksos TBM Nurul Qolbi yang bertempat di Desa/Dusun Pait, Kecamatan Kasembon. Partisipan dari LAKESMA berjumlah 5 orang yaitu Febri Ariadi, Aulia Vilayati, Keryasta Becik K., Putri Paramita dan Wredi Angganingrum dengan koordinator dari Divisi Yankes, Aulia Vilayati.

Setelah dijemput dengan bis pada hari Jum’at oleh panitia penyelenggara, partisipan sampai di Desa/Dusun Pait, Kecamatan Kasembon pada sore hari (maghrib) di Balai desa. Hari itu memang tidak ada acara resmi dari pihak penyelenggara, hanya perkenalan antar TBM dan briefing acara besok (Sabtu). Setelah partisipan sampai, diadakan penyambutan oleh pihak perangkat desa di Balai Desa. Namun, dari acara penyambutan tersebut tiba-tiba Kepala Desa berkoordinasi dengan peserta dan panitia tentang acara besok (Sabtu).

Hari Sabtu tiba. Pagi-pagi partisipan bangun untuk mengantri kamar mandi. Jam 06.00-07.00 jadwal untuk sarapan. Setelah sarapan partisipan berangkat menuju SD untuk melakukan penyuluhan mengenai PNBS disertai simulasi cuci tangan dan gosok gigi yang benar. Penyuluhan dimulai jam 08.15 di dua ruang kelas SD Pait 02. Penyuluhan dimulai hanya sebentar dan kondisi adik-adik tidak kondisional lagi karena terlalu banyak siswa di satu ruangan kelas (kelas 1-4 SD). Kemudian dibagi menjadi 2 kira-kira 50 orang tiap kelasnya. Dengan hal tersebut menjadikan tidak efisien untuk dilakukannya games maupun menjaga kondisi adik-adik supaya tetap kondisional. Sehingga ada jam kosong untuk menunggu simulasi maupun games yang dirasa agak mubazir. Secara garis besar adik-adik merasa mendapatkan ilmu baru dan kegiatannya menyenangkan.

            Setelah selesai dari penyuluhan SD kira-kira jam 11.00 partisipan kembali ke Balai Desa untuk Ishoma dan mempersiapkan kegiatan berikutnya yaitu baksos. Dimana ada 2 kegiatan yaitu pengobatan gratis dan bazar. Awalnya baksos akan diadakan di Balai Desa, namun ternyata pada hari, jam, dan tempat yang sama ada baksos juga yang diselenggarakan oleh gereja. Sepertinya terjadi miss komunikasi antara panitia dan perangkat desa. Berdasarkan saran dari Pak Kades, seluruh partisipan dibagi menjadi 2. Tim yang satu berada di Dusun Barakan dan tim yang lainnya di Dusun Selatri. Dusun Selatri lokasinya di bawah agak jauh, sedangkan Dusun Barakan lebih dekat dari Balai Desa. Setelah makan siang jam 13.00 masing-masing tim dimobilisasi ke masing-masing dusun dengan menggunakan mobil Ambulans (Suzuki APV) yang mengangkut 16 orang menuju Dusun Barakan dan Suzuki Carry yang mengangkut partisipan baksos ke Dusun Selatri.

            Di baksos ini ada 3 orang dokter yang dikerahkan, 1 orang di Dusun Barakan dan 1 orang di Dusun Selatri. Tim dari Lakesma yaitu Putri, Ulik, Wredi dan Kery ke Dusun Barakan dan Febri ke Dusun Selatri. Cuaca saat itu mendung gerimis, membuat partisipan pesimis akan ketidakdatangan warga ke acara baksos tersebut. Namun, sangat tidak terduga ketika tim sampai di Poskesdes Dusun Barakan warga sudah banyak yang menunggu. Ruangan yang digunakan tidak bergitu besar. Ada 2 kamar periksa, 1 meja panjang untuk anamnesis dan vital sign yang dijaga oleh 3 orang salah satunya dari Lakesma, Ulik. Ada juga 1 meja panjang yang berisi obat-obatan yang ditata berdasar abjad yang dijaga oleh 3 orang salah satunya dari Lakesma, Kery. Lalu ada ruang tunggu yakni beberapa kursi dan alas karpet untuk menunggu jika tidak cukup.

            Pasien demi pasien berdatangan silih berganti sampai tidak terasa sudah jam 17.00. Lalu dilanjutkan sholat Ashar di rumah Pak Kasun (tepat di sebelah Poskesdes) secara bergantian. Sementara pengobatan gratis tetap berjalan. Pasien masih banyak yang berdatangan, mengantri dan obatpun juga mulai habis.  jumlah yang disiapkan tidak mencukupi dari jumlah pasien yang datang. Tidak hanya obat tapi juga perlengkapan pendukung seperti etiket obat, plastik obat, kartu status, staples, spidol juga sangat kurang.

            Setelah pasien mendapat obat mereka mendapatkan kupon untuk bazar yang diadakan di rumah Pak Kepala Dusun. Pada bazar tersebut dibagikan pakaian kepada warga. Pakaiannya bermacam-macam mulai dari pakaian untuk anak hingga dewasa, untuk laki-laki atau perempuan, warga bisa memilih. Bila dievaluasi, persiapan bazar juga minim sekali. Saat warga datang barang yang akan dibagikan belum tersedia dan kebebasan warga untuk memilih baju juga dapat menyusahkan partisipan yang menjaga bazar dan kasihan untuk warga yang datangnya belakangan pilihannya menjadi sedikit. Seharusnya pakaian-pakaian tersebut sudah dipak sehingga mudah saat membagikan pada warga. Kurangnya persiapan di bazar ini juga sempat mendapat teguran dari Ibu Kepala Dusun dan saat itu partisipan baksos yang ditempatkan di bazar tidak dapat berkata apa-apa karena disitu tidak ada panitia yang jaga. Hanya ada 1 orang dari Lakesma yaitu Wredi dan 1 orang dari MRT.

            Perlu diketahui untuk baksos ini pembagian jobnya adalah sebagai berikut:

-          Anamnesis : MRT (2), Lakesma (1) à Ulik

-          Bilik dokter : Lakesma (1) à Putri

-          Farmako :MRT (2), Lakesma (1) à Kery

-          Bazar : MRT (1), Lakesma (1) à Wredi

-          Registrasi : Nurul Qolbi (1)

-          Korlap : Nurul Qolbi (1)

-          Jumlah pasien di Dusun Barakan mencapai 160 pasien

Baksos di Dusun Barakan berakhir pukul 17.45 saat adzan maghrib berkumandang. Setelah itu kami beres-beres dan kembali ke Balai Desa naik mobil Ambulans.

 Agenda berikutnya adalah ishoma dan bersih diri sampai pukul 20.00. setelah itu ada kegiatan penyuluhan kepada Bapak-bapak dan Ibu-ibu warga Desa Pait di Balai Desa. Pada saat penyuluhan, panitia dan partisipan mengenakan batik. Panyuluhan dilakukan oleh Nurul Qolbi mengenai PHBS, MRT mengenai MSG, dan Lakesma mengenai rokok oleh Febri dan hipertensi oleh Wredi. Warga mendengarkan penyuluhan dengan antusias dan mengajukan beberapa pertanyaan. Acara penyuluhan berakhir pukul 21.00. setelah itu dilanjutkan evaluasi dan briefing untuk acara esok hari.

Untuk rencana esok harinya plan A jam 06.00 sarapan dilanjutkan kerja bakti di desa Barakan sesuai dengan rekomendasi Kepala Desa. Lalu, pukul 08.30 diadakan lomba-lomba untuk anak SD. Setelah itu packing untuk persiapan pulang. Namun dari panitia ada kendala transportasi umtuk mobilsasi ke Desa Barakan sehingga agenda kerja bakti di Desa Barakan ditiadakan dan lomba menggambar mewarnainya dimajukan. Karena kemarin pengumuman yang sudah disebar pukul 08.30 maka panitia berputar keliling desa untuk mengumumkan pelaksanaan lombanya. Untungnya, mengumpulkan anak-anak di desa ini tidak terlalu sulit. Tidak lama setelah panitia kembali ke Balai Desa setelah berkeliling memberikan pengumuman, sudah banyak yang mendaftar. Total anak yang mengikuti lomba menggambar dan mewarnai 36 anak. Lomba berlangsung 40 menit untuk menggambar dan mewarnai. Setelah lomba, games, dan pemberian hadiah, acara selesai pukul 09.30. kemudian dilanjutkan acara penutupan dan pemberian vandel kepada perwakilan perangkat Desa Pait. Sekitar pukul 10.00 acara tersebut selesai karena Balai Desa akan digunakan untuk acara lain oleh komunitas dari Kediri. Pukul 10.00 partisipan dari Lakesma packing dan pulang.

Permanent link to this article: http://lakesma.ub.ac.id/2014/04/artikel-kegiatan-petis-baksos-tbm-nurul-qolbi-2014/

Apr
24
2014

ARTIKEL KEGIATAN PETIS KKM TEKNIK

2014-03-30 11.10.15Pada hari Minggu, 30 Maret 2014 Lakesma mengirimkan partisipan untuk kegiatan Pengobatan Gratis pada acara KKM Teknik UB 2014 dengan koordinator dari Divisi Yankes, Ausi Mutiara Dwi Atri. Partisipan yang dikirimkan berjumlah 5 orang, antara lain yaitu Edwina Narulita, Ausi Mutiara Dwi A., Athira Fitriah, Putri Shafarina dan Novita Puspacharis. Seluruh partisipan berkumpul jam 7.30 untuk briefing di PHC dan berangkat pukul 08.00 pagi. Tetapi keberangkatan ditunda karena menunggu salah satu dokter yang belum hadir, sehingga partisipan baru siap untuk berangkat pukul 8.30.  partisipan Lakesma memberangkatkan dahulu 2 orang dan 2 dokter sebagai kloter 1. Partisipan lain tetap menunggu transport dari panitia KKM Teknik di lingkungan FK.

Setelah menempuh perjalanan selama 30 menit, pukul 9.15 partisipan  Petis sampai di Desa Gondowangi, Wagir, telat dari2014-03-30 11.10.36 waktu yang ditentukan untuk acara. Pada pukul 09.45 tiba di Balai Desa dan memulai persiapan.

Ketika itu sangat mengagetkan, karena Balai desa sudah penuh oleh warga desa. Ternyata massa yang banyak tersebut bukan pasien Pengobatan Gratis, melainkan warga yang mengantri untuk mendapatkan sembako gratis. Setelah diberikan pengumuman oleh Kepala Dusun bahwa ada kesalahan jadwal, sebagian besar warga pulang. Karena kondisi yang tidak memungkinan terpaksa partisipan menjalankan Pengobatan gratis apa adanya. Pada pukul 10.00 kloter 2 juga baru saja sampai. Pada pukul 10.15 acara baru dimulai.

Di Pengobatan Gratis ini ada beberapa macam penyakit yang menjadi keluhan warga desa. Mayoritas warga menderita 2014-03-30 11.11.13myalgia dan hipertensi. Penyakit-penyakit lain antara lain batuk, ISPA, diabetes, gastritis, vertigo, pilek, asma, dan masih banyak lagi. Jumlah pasien keseluruhan ada 34 orang.

Kegiatan berlangsung lancar, tetapi warga yang datang sangat sedikit, jauh dari target yang diinformasikan kepada LAKESMA. Mempertimbangkan hal tersebut, partisipan berkoordinasi dengan panitia dan semuanya sepakat acara ditutup lebih awal yaitu pukul 14.00. Lalu partisipan pulang ke FK dan melakukan evaluasi di PHC.

Permanent link to this article: http://lakesma.ub.ac.id/2014/04/artikel-kegiatan-petis-kkm-teknik/

Apr
24
2014

ARTIKEL KEGIATAN TIMKES DAN PEMKES PELATIHAN TSUNAMI FMIPA

Sabtu, 15 Maret 2014 pukul 06.10 Lakesma FKUB mengirirmkan beberapa personil yang terdiri dari Arif Dika, Zainur, Kerryasta, Amrina Rosyada, Aulia Vilayati dan Athira, berangkat menuju FMIPA sebagai partisipan timkes dan pemkes dengan koordinator Aulia Vilayati dari Divisi Yankes. Partisipan disambut oleh panitia dan peserta kegiatan. Lalu menunggu kedatangan peserta yang lain sekitar 1,5 jam. Pukul 07.20 tim perempuan dari Lakesma berangkat naik truk sapi sedangkan yang laki-laki mengendarai motor. Ada 2 truk yang digunakan , truk biru dan kuning, sehingga tim harus dipecah menjadi 2, Kery dengan Ocha di truk biru dan Ulik dengan Athira di truk kuning. Partisipan berada dalam satu truk dengan panitia dan peserta.

            Dalam perjalanan yang panjang, berliku dan terik, 2 peserta di truk biru muntah-muntah, 1 orang perempuan dan 1 orang laki-laki. Peserta perempuan tersebut memang memiliki riwayat sering mabuk darat. Tapi dia tidak pernah minum obat, hanya mengeluarkan muntahnya saja. Dan saat partisipan menawarkan obat Metodopamide, dia mau meminumnya. Peserta laki-laki hanya diberi minyak kayu putih saja. Ada juga peserta perempuan yang meminta obat mual kepada partisipan. Sehingga di truk biru keluar 2 tablet Metodopamide dan minyak kayu putih.

Pada peserta yang berada di truk kuning juga mengalami hal yang sama. Ada beberapa peserta maupun panitia yang pusing dan mual. Namun hanya 2 orang perempuan yang sampai muntah. 1 orang muntah 1 kali dan 1 orang lagi muntah hingga 3 kali, tapi kedua peserta ini tidak mau minum obat dan tidak mau menggunakan minyak kayu putih. Sehingga partisipan hanya memberikan freshcare milik Athira. Maka pada truk kuning pasrtisipan tidak mengeluarkan obat apapun, hanya minyak kayu putih.

            Kedua truk sampai di lokasi jam 11.00 setelah menempuh perjalanan sekitar 4 jam, sedangkan Dika dan Zainur sampai lebih dulu. Lokasi timkes-pemkes yaitu desa Pujiharjo, tepat di pinggir pantai Sipelot yang indah dan masih asri. Sesampainya di lokasi partisipan dan peserta ishoma. Pada pukul 13.30 materi dimulai. Para partisipan timkes ada yang mengikuti materi tentang kebencanaan dan ada pula yang menjaga pos kesehatan. Posko kesehatan saat itu berupa 4 buah tenda kecil yang digunakan sebagai tempat istirahat partisipan serta beberapa panitia dan 2 tenda besar untuk panitia lain dan peserta.

            Jam 16.00 materi kebencanaan selesai. Setelah materi jam 16.00 sampai 18.30, peserta, panitia maupun partisipan dipersilakan untuk sholat ashar, bersih diri, beristirahat di warung terdekat sambil tetap mengawasi peserta yang field trip ke rumah-rumah warga untuk mengukur ketinggian rumah. Jam 18.30 sampai 20.30 partisipan kembali ke posko kesehatan untuk kembali berjaga jikalau ada yang membutuhkan bantuan medis. Saat itu ada satu panitia yang datang mengeluh sakit perut karena gastritis, sehingga partisipan memberikan Antasida untuk meredakannya.

            Jam 20.30 sampai 21.00 partisipan timkes ishoma secara bergantian, agar tetap ada yang menjaga posko kesehatan. Jam 21.00 materi terakhir pada hari pertama telah berakhir. Peserta beristirahat di satu tenda besar, begitu pula panitia. Sempat ada peseta yang mengeluh bentol-bentol dan gatal pada kaki yang kemungkinan dikarenakan alergi terkena air laut. Untuk menguranginya kami berikan minyak kayu putih. Agenda pada hari pertama pun selesai dan kami pun beristirahat sambil terus bersiaga.

            Keesokan harinya, pukul 06.00 sampai 10.00, agenda dimulai dengan bersih diri, jalan-jalan, berfoto ria, dan briefing untuk mempersiapkan simulasi tsunami untuk warga desa setempat serta mempersiapkan lokasi untuk pemeriksaan kesehatan. Saat itu ada peserta yang sakit perut karena gastritis, lalu diberikan Antasida.

            Pada pukul 10.00, setelah simulasi tsunami, warga desa berbondong-bondong mengunjungi tempat pemeriksaan kesehatan. Sedangkan peserta bersiap-siap untuk pulang. Kebanyakan dari warga yang datang adalah anak-anak, dewasa, dan lanjut usia. Pos pemeriksaan kesehatan terdiri dari pos berat badan dan tinggi badan, pos tekanan darah, serta pos pemeriksaan glukosa,asam surat, dan kolesterol. Seluruh warga antusias memeriksa kesehatan mereka dan berkonsultasi dengan partisipan pemkes. Total warga yang memeriksakan kesehatannya berjumlah sekitar 30 orang, dengan beberapa penyakit seperti, tekanan darah tinggi yang banyak di derita laki-laki dewasa dan lanjut usia, tekanan darah rendah yang rata-rata diderita perempuan muda maupun dewasa, asam urat, dan mata kabur. Setelah warga memeriksakan kesehatannya, ada pula beberapa panitia yang turut memeriksakan kesehatannya atau ada juga yang sekedar berkonsultasi. Pemeriksaan kesehatan pun berjalan lancar dan ditutup pada pukul 13.30. Jam 13.30 sampai 14.00 partisipan pemkes ishoma dan bersiap-siap pulang.

            Pukul 14.00, saat partisipan menunggu kedatangan truk, ada 1 peserta yang meminta obat mual dan 1 peserta meminta minyak kayu putih. Sambil menunggu partisipan juga sempat berfoto bersama panitia dan peserta di bibir pantai Sipelot pada jam 14.15. Truk datang pada jam 14.30. Sama seperti pada saat keberangkatan, personil dari Lakesma FKUB terbagi menjadi 2 tim untuk 2 truk. 2 partisipan di truk kuning, yaitu Athira dan Ulik, 2 partisipan di truk biru, yaitu Kery dan Ocha, serta 2 orang mengendarai 1 motor.

            Perjalanan pulang berjalan lebih baik daripada saat keberangkatan, karena hanya ada 1 peserta yang meminta minyak kayu putih dan 1 peserta mengeluh mual, namun keadaan membaik setelah dia berdiri. Tidak ada peserta yang sampai sakit maupun muntah selama perjalanan pulang, kebanyakan dari peserta tidur atau bercengkrama dengan peserta lainnya maupun panitia.

            Setelah lelah menempuh perjalanan yang sama jauhnya, pada pukul 18.00 partisipan, panitia serta peserta sampai kembali di depan  gedung FMIPA UB. Dan partisipan dari Lakesma FKUB langsung ijin pamit untuk kembali ke kampus.

Permanent link to this article: http://lakesma.ub.ac.id/2014/04/artikel-kegiatan-timkes-dan-pemkes-pelatihan-tsunami-fmipa/

Apr
24
2014

ARTIKEL KEGIATAN PEMKES SAMSAT KEPANJEN

pemkes samsat1Tanggal 15 Maret 2014 LAKESMA melaksanakan pemeriksaan kesehatan di kantor SAMSAT Kepanjen. Pemeriksaan kesehatan dimulai pukul 09.00 – 11.00 WIB. Partisipan dari Lakesma berjumlah 4 orang, yaitu antara lain Arya, Erik, Layyin dan Suci dengan coordinator Arif Dika Mahendra.

Tim dibagi menjadi 2 spot, ibu-ibu dan bapak-bapak. Partisipan hanya ditugaskan untuk20140315_093713 memeriksa tekanan darah. PEMKES berjalan dengan lancar tanpa hambatan apapun. Rata-rata yang datang untuk cek tekanan darah adalah ibu-ibu dan bapak-bapak yang sudah purna. Dan rata-rata tekanan darahnya tinggi karena memang memiliki riwayat hipertensi.

20140315_093810Total ibu-ibu dan bapak-bapak yang datang ada sekitar 63 orang.

Permanent link to this article: http://lakesma.ub.ac.id/2014/04/artikel-kegiatan-pemkes-samsat-kepanjen/

Apr
14
2014

DONOR DARAH LAKESMA FKUB

Lakesma FKUB Proudly Presents “DORA”
Datang dan donorkan darahmu untuk sesamamu!
Minggu, 20 April 2014 Pukul 07.00-10.00 WIB
@ CFD (Car Free Day Ijen – Depan Museum Brawijaya)
Free Ice Cream Party bagi semua pendonor
“Blood Donor. Life Saver”

-Lakesma, One Team One Family-

1553445_750923271598738_5852087066500609326_o

Permanent link to this article: http://lakesma.ub.ac.id/2014/04/donor-darah-lakesma-fkub/

Older posts «