Apr
14
2014

DONOR DARAH LAKESMA FKUB

Lakesma FKUB Proudly Presents “DORA”
Datang dan donorkan darahmu untuk sesamamu!
Minggu, 20 April 2014 Pukul 07.00-10.00 WIB
@ CFD (Car Free Day Ijen – Depan Museum Brawijaya)
Free Ice Cream Party bagi semua pendonor
“Blood Donor. Life Saver”

-Lakesma, One Team One Family-

1553445_750923271598738_5852087066500609326_o

Permanent link to this article: http://lakesma.ub.ac.id/2014/04/donor-darah-lakesma-fkub/

May
26
2011

Selamat Datang di Official Website Lakesma

Permanent link to this article: http://lakesma.ub.ac.id/2011/05/selamat-datang-di-official-website-lakesma/

Apr
14
2014

SELAMAT DATANG ANGGOTA MUDA 19 LAKESMA FKUB

Selamat Datang Anggota Muda 19 Lakesma FKUB
Selamat Bergabung dengan keluarga besar Lakesma
Kami tunggu janji-janji yang kalian ucapkan pada saat tes wawancara
Be active, Bawalah Lakesma Menuju Generasi Yang Lebih Baik

LAKESMA ! One Team One Family !

1980370_10202030651667249_7210166397922165912_o

 

Permanent link to this article: http://lakesma.ub.ac.id/2014/04/selamat-datang-anggota-muda-19-lakesma-fkub/

Apr
01
2014

Bahaya Electronic Cigarettes

Electronic Cigarettes (ECs) atau Electronic Nicotine Delivery System (ENDS) adalah alat yang berfungsi untuk mengubah zat-zat kimia menjadi uap dan mengalirkannya ke paru-paru, di mana zat kimia tersebut, merupakan campuran zat seperti nikotin dan propylene glicol.

Produk-produk ECs belum diatur ataupun dimonitor sehingga kandungan zat tiap merek sangat bervariasi. Baik dari jenis maupun kadar dari tiap-tiap jenis zat, belum diketahui isi sebenarnya, tutur Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama, SpP(K), MARS, DTM&H, DTCE, melalui surat elektroniknya kepada Pusat Komunikasi Publik Kemenkes (10/3).

ECs/ENDS dikenalkan pertama kali di Cina pada tahun 2003, dan didistribusikan semakin mendunia, terutama melalui internet. Alat ECs/ ENDS terdiri dari komponen penguap, baterai isi ulang, pengatur elektronik, dan wadah cairan yang akan diuapkan. Sampai saat ini keamanan ENDS belum terbukti secara ilmiah, karena dalam produk ini disinyalir mengandung zat-zat  berbahaya seperti nikotin dan konsentrasi tinggi propylene glycol, yaitu zat penyebab iritasi jika dihirup. Berdasarkan tes oleh Food and Drug Administration (FDA), beberapa produk juga  mengandung diethylene glycol, yang merupakan zat kimia yang digunakan untuk meracuni.

Selain itu, German Cancer Research Center juga menemukan zat-zat beracun lainnya yang terkandung dalam cairan ECs/ENDS antara lain, zat beracun terhadap sel tubuh dengan kadar menengah hingga tinggi dari zat pemberi rasa/flavor; nitrosamin; logam beracun seperti cadmium, nikel dan timbal; Carbonyls (formaldehyde, acetaldehyde dan acrolein) yang juga bersifat karsinogenik; komponen organik yang mudah menguap dan rusak di suhu ruang, seperti toluene, p-xylene, dan m-xylene; serta keberadaan kandungan zat aktif yang sangat bervariasi baik jenis maupun kadarnya.

Seperti rokok konvensional pada umumnya, ECs/ ENDS juga dapat menyebabkan kecanduan (adiksi). Alat ini sebenarnya adalah cara baru untuk memasukkan nikotin ke dalam tubuh, ujar Prof. Tjandra.

Nikotin memiliki efek buruk terhadap tubuh manusia, seperti, meningkatkan adrenalin, meningkatkan tekanan darah, dan meningkatkan denyut nadi. Bahkan, pernah terjadi kasus kematian anak akibat keracunan akut nikotin.

Sebenarnya, produsen ECs/ENDS sendiri sudah memberikan peringatan kepada konsumen dengan menuliskan kalimat sebagai berikut, Bagi mereka dengan paru-paru yang terganggu, uap yang dihasilkan ECs/ENDS dapat menimbulkan serangan asthma, sesak napas & batuk. Jangan gunakan produk ini jika mengalami keadaan di atas. Pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa produk tersebut berbahaya bagi sistem pernapasan.

Prof. Tjandra mengingatkan masyarakat bahwa ECs/ENDS memberikan illusive safety berupa rasa aman yang palsu kepada konsumennya. Konsumen menganggap ENDS tidak menghasilkan asap seperti rokok konvensional pada umumnya, sehingga ENDS dianggap lebih aman dibandingkan rokok konvensional.

Walaupun ECs/ENDS tidak mengeluarkan asap bukan berarti produk ini tidak berbahaya untuk orang lain, efek terhadap orang lain (second hand smoke) tetap ada mengingat penggunaan ENDS menghasilkan emisi partikel halus nikotin dan zat-zat berbahaya lain ke udara di ruang tertutup, tandas Prof Tjandra.

Berkaitan dengan permasalahan tersebut, Prof. dr. Tjandra mengungkapkan bahwa saat ini beberapa negara, termasuk Indonesia, terus mengkaji produk ini, untuk kemudian menentukan kebijakan yang diperlukan.

 

 

 

Sumber: http://www.depkes.go.id/index.php?vw=2&id=NW.20143210002

Permanent link to this article: http://lakesma.ub.ac.id/2014/04/bahaya-electronic-cigarettes/

Apr
01
2014

ARTIKEL KEGIATAN TIMKES MUNAS PKH UB

Tanggal 4 sampai dengan 5 Februari 2014 LAKESMA mengirimkan partisipan tim kesehatan untuk acara Musyawarah Nasional yang diadakan oleh mahasiswa PKH (Program Kedokteran Hewan) UB yang bertempat di Hotel River Stone Batu. Acara tersebut berlangsung selama 2 hari. Partisipan dari LAKESMA berjumlah 2 orang dengan koordinator dari divisi Yankes Kinanti Mahmud Pradita.

Partisipan timmkes berkumpul di PHC pukul 06.00 WIB tanggal 4 Februari 2014 untuk menunggu jemputan dari pihak panitia. Pukul 06.22 partisipan dijemput oleh panitia dan mereka ditempatkan di Villa Batu Corner bukan di hotel. Menurut panitia, jika ada peserta/panitia yang sakit akan diantarkan ke villa.

Pukul 08.53 ada panitia, Nn. D, 20 th, yang datang ke pos kesehatan dengan keluhan flu, lalu diberikan obat Demacolin 1. Selanjutnya sekitar pukul 9 ada beberapa panitia yang berdatangan ke pos kesehatan meminta partisipan timkes untuk ditensi.  Pukul 11.45 ada panitia yang datang dengan keluhan dysminorrhoe, Nn. S, 20 th. Lalu diberikan Spasminal 1 dan pembalut 1. Tidak lama Nn. D yang flu datang kembali, ia mengeluh meriang dan kedinginan lagi. Kemudian diberikan minyak kayu putih dan disaranan untuk istirahat (tidur), karena obat habis masa paruhnya pukul 15.00.

Pukul 16.00 panitia yang flu, Nn. D, setelah meriang dan kedinginannya sudah membaik, diberikan vitamin C untuk menguatkan sistem imunnya. Tapi 45 menit kemudian, ia masih mengeluh meriang dan kedinginan. Sehingga diberikan Demacolin 1 lagi. Setelah itu partisipan timkes ditempatkan pada 1 kamar bertuliskan “Puskesmas (Pusat Kesehatan Masyarakat) Buka 24 Jam” untuk beristirahat.

Besoknya, tanggal 5 Februari 2014, acara hari ke 2. Timkes menerima pasien mulai pukul 07.00. Ada panitia yang kakinya terluka diameter ± 1 cm. Lalu dibersihkan dengan kapas alkohol (karena tidak ada cairan NS/Rivanol) kemudian diberi Betadine. Setelah itu pada pukul 10.00 ada peserta yang mengeluh sakit perut, kemudian diberikan minyak kayu putih. Lalu 30 menit kemudian ada panitia yang luka, dibersihkan dan diberi Betadine.

Pada pukul 12.40 ada 2 orang panitia yang sakit dengan keluhan flu. Pastisipan timkes memberikan Demacolin. Selain itu, salah satu dari panitia yang flu tersebut juga menderita maag, jadi diberikan Antasida dulu 5 menit sebelum makan, baru setelah itu diberikan Demacolin. Kemudian ada panitia lagi yang minta suplemen/Vitamin B Complex, tapi partisipan tidak membawa Supravit ataupun Vit. B Complex, jadi diberikan Vit. C. Sorenya, pukul 17.17 ada pasien meriang, pusing, tensi normal, diberi makan roti ssebelum minum Paracetamol. Lalu dipersilakan untuk istirahat di pos kesehatan. Setelah acara selesai, dan partisipan timkes sudah beres-beres, panitia mengantarkan partisipan pulang kembali ke Malang pada pukul 19.30.

Permanent link to this article: http://lakesma.ub.ac.id/2014/04/artikel-kegiatan-timkes-munas-pkh-ub/

Apr
01
2014

ARTIKEL KEGIATAN PEMKES MTS NU PAKIS

IMG_1821Tanggal 21 Desember 2013 LAKESMA melaksanakan pemeriksaan kesehatan di MTS NU Pakis. Pemeriksaan kesehatan dimulai pukul 08.00 – 12.00 WIB. Partisipan dari lakesma berjumlah 10 orang dengan coordinator dari divisi Yankes Aulia Vilayati. Sasaran dari pemeriksaan kesehatan ini adalah wali murid dan guru.

Partisipan pemkes berkumpul di PHC pukul 06.30 WIB untuk melakukan briefing terlebih dahulu. Briefing dilakukan 15 menit dan dipimpin oleh coordinator. Setelah briefing selesai partisipan langsung menuju tempat pelaksanaan yaitu di MTS NU Pakis dengan mengendarai sepeda motor masing – masing. Sesampainya disana partisipan langsung menata tempat untuk pemkes. Pos pemkes dibagi menjadi 4 yaitu pos registrasi, antropometri, tekanan darah, dan cek gula darah.

IMG_1788Pemeriksaan kesehatan mulai dibuka pada pukul 08.00 WIB. Awalnya hanya sedikit yang ikut pemeriksaan kesehatan, karena bertepatan dengan jam pengambilan rapot dibeberapa kelas. Tetapi menjelang siang banyak wali murid dan guru yang datang untuk melakukan pemeriksaan kesehatan setelah selesai mengurusi rapot murid. Dikarenakan tempat pemkes di Lab. MIPA, jadi ketika banyak yang melakukan pemeriksaan kesehatan terjadi sedikit kekacauan mengenai alur pemkes karena banyak wali murid yang langsung mengantri dengan berdiri di depan partisipan. Tetapi hal tersebut tidak menjadi masalah besar. Pemeriksaan kesehatan tetap berjalan lancar dan selesai pukul 12.00 WIB dengan jumlah total wali murid dan guru yang melakukan pemeriksaan kesehatan mencapai 80 orang.

Permanent link to this article: http://lakesma.ub.ac.id/2014/04/artikel-kegiatan-pemkes-mts-nu-pakis/

Mar
11
2014

ARTIKEL KEGIATAN TIMKES KKM Teknik XXXV

Nama Kegiatan : TIMKES KKM Teknik XXXV

Tanggal : 2-7 Februari 2013

Tempat : Ds. Poncokusumo

Jumlah Partisipan : 20 orang

 

KKM XXXV FTUB 2013 ini berlangsung selama 6 hari di Desa Ponco Kusumo. Tahun ini, LAKESMA mengirim timkes sebanyak 20 orang, dengan pembagian shift pertama dan shift kedua.  Shift pertama berlangsung pada tanggal  2 – 4 Februari 2013 sedangkan shift kedua pada tanggal 4-7 Februari 2013.

2 Februari 2013

Sepuluh orang pertama 2 laki-laki dan 8 perempuan, sudah siap di PHC pukul 07.00 WIB untuk berangkat menuju gedung teknik sipil. Setelah sampai di Teknik sipil, LAKESMA dibriefing terlebih dahulu oleh mas Dipta, PJ timkes dari FTUB. LAKESMA menunggu selama  90 menit untuk pemberangkatan peserta KKM sesi pertama. Di saat LAKESMA menunggu, sudah ada 2 peserta perempuan yang sakit, yang pertama mual, muntah , dan sering BAB(Buang Air Besar) dan yang kedua menderita penyakit demam rheumatoid. Peserta pertama untungnya bisa lebih baik setelah makan dan minum obat, sedangkan peserta kedua disarankan untuk di rujuk/dipulangkan saja, tapi Alhamdulillah pasien menjadi lebih baik setelah minum obat dari resep dokternya. Waktu sudah menunjukkan pukul 08.30 WIB, LAKESMA dan KSR(sebagai timkes juga) di mobilisasi oleh panitia menuju truk tentara, yang merupakan tranportasi ke desa Ponco Kusumo. Namun sayangnya, 2 orang dari LAKESMA, yaitu Diah Ayu dan Nafisah harus menunggu lebih lama di UB untuk menemani peserta yang berangkat pada sesi kedua.

Sesi pertama sampai di desa Ponco kusumo sekitar pukul 09.30 WIB.  LAKESMA berjalan bersama KSR dan panitia dari Balai Desa menuju tenda peserta dan pos kesehatan sekitar 30 menit.  Di hari pertama itu, LAKESMA langsung membagi menjadi 3 shift ( 1 orang di pos pertama, 2 orang di pos kedua, dan 5 orang di tenda kesehatan). Tujuan membagi shift jaga, karena harus menjaga mobilisasi peserta dikhawatirkan peserta ada yang sakit di medan yang lumayan jauh, ekstrim, hujan dan berlumpur. Untungnya, tidak banyak dari peserta yang sakit pada saat mobilisasi ke tenda mereka.  Tapi, LAKESMA harus menunggu sampai semua peserta telah naik ke tenda.  Waktu sudah menunjukkan pukul 13.00 dan peserta pada sesi kedua baru diberangkatkan menuju desa.  Jadi, yang berangkat pada sesi pertama harus menunggu lebih lama lagi hingga peserta sesi kedua sampai ke tenda.

Sesi Kedua dengan 2 orang perempuan tangguh yang sudah menunggu untuk berangkat dari jam 7 pagi sampai jam 1 siang, akhirnya tiba di Balai Desa pada pukul setengah 3 sore.  Mereka Tidak langsung diberangkatkan menuju tenda peserta, melainkan harus tetap menunggu di Balai Desa sampai mobilisasi peserta sesi pertama selesai.  Seperti halnya pemberangkatan sesi pertama yang terus menunggu sampainya peserta sebanyak 1000 orang ke tenda mereka.  Tidak terasa waktu semakin sore, akhirnya makanan tiba dan diikuti oleh peserta sesi kedua yang mulai berdatangan dan bisa berjumpa lagi dengan 2 orang teman LAKESMA yang sempat tertinggal di UB selama 6 jam.

Pukul 17.00 WIB semua tim LAKESMA tiba di tenda pos kesehatan, namun tenda pos kesehatan laki-laki dan perempuan terpisah agak jauh.  Tim langsung segera mengambil air wudu dan solat asar. Di hari pertama, tenda pos kesehatannya sangat kurang fasilitas kesehatannya. Mulai dari tikar, air minum, air hangat, selimut, dan penerangannya. Waktu sudah menunjukkan malam hari, mulai banyak peserta yang berdatangan ke pos kesehatan, dengan gejala kedinginan, pusing, mual, dan ada yang penyakit mereka yang dahulu kambuh.  Ada seorang peserta perempuan yang harus dipulangkan karena pernah operasi usus buntu, dan masih sakit belum pernah kontrol lagi. Dan juga ada peserta perempuan yang kedinginan, badannya kaku, susah bicara dan sempat tertawa sendiri. Alhamdulillah, peserta itu keadaannya menjadi lebih baik setelah diselimuti dan diolesi memakai minya gondo puro.  Namun, peserta semakin malam makin berdatangan merasa kedinginan dan mual. Dengan selimut yang hanya 1 buah dan banyaknya peserta yang sakit dan merasa kedinginan, akhirnya merelakan jaket-jaket LAKESMA menjadi selimut untuk peserta yang sakit dan kedinginan. Dan Air minum yang LAKESMA bawa untuk diminum pasien.  Di pos kesehatan laki-laki suasananya kurang lebih sama dengan pos perempuan. Tapi, panitianya lebih loyal terhadap timkes maupun peserta yang sakit. Namun, ada beberapa orang peserta laki-laki yang harus dipulangkan karena patah tulang pada tulang belakangnya.

 3 Februari 2013

Waktu dini hari, dengan suasana tenda yang gelap gulita ada beberapa peserta yang datang ke tenda pos kesehatan untuk meminta obat dan minta di periksa. Karena gelap gulita, Tim harus menyinari satu persatu wajah peserta dengan senter yang dibawa.  Selain jaga di tenda , pada waktu yang bersamaan pada saat dini hari ada beberapa orang LAKESMA yang menjaga di tempat Evaluasi panitia kepada peserta. Penyakit yang ada pada Evaluasi malam itu seperti kedinginan, sesak, sakit perut. Pada pukul 09.00 WIB, peserta putri dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu acara Dapur Umum dan Petis. Karena ada 2 tempat yang berbeda, LAKESMA putri juga dibagi menjadi 2 shift dengan bantuan KSR tentunya. Di perjalanan menuju Balai Desa, tempat petis berlangsung keadaan peserta sehat-sehat semua, namun ada 1 peserta putra yang di bawa ke balai desa karena kedinginan dan kaku-kaku pada tubuhnya. Setelah dianamnesa ternyata peserta itu punya riwayat penyakit ISPA, sinusitis. Dan mendapat saran dari dr, Diki, sebagai dokter petis waktu itu untuk dipulangkan.  Di tempat petis peserta putrinya baik-baik saja, namun di tenda dimana mereka hanya kegiatan Dapur umum, lebih banyak mengalami sakit. Sekitar 10 orang dengan gejala yang sama yaitu mual, muntah, dan susah BAB.  Setelah di anamnesa, ternyata peserta KKM di suruh membawa obat wajib yaitu obat KINA oleh panitia.  Panitia menyuruh membawa obat KINA tersebut supaya peserta bisa menahan BAB mereka.  Dengan MCK yang tidak tersedia air nya wajar bila peserta meminum obat KINA itu.  LAKESMA sempat bingung bagaimana mengatasi hal tersebut, namun setelah diistirahatkan dan di beri air minum sedikit- demi sedikit, mereka lebih membaik.

Sore menjelang Malam, setelah pasien yang sakit gara-gara obat KINA itu membaik, ada salah seorang peserta putri yang sakit karena diduga dislokasi pada jari kelingkingnya. Pasien cerita bahwa pasien jatuh dengan posisi kelingking yang jatuh duluan dan tertimpa badannya. LAKESMA tidak berani untuk memberikan pengoban yang lebih lanjut, LAKESMA hanya bisa menyuruh rujuk dan melakukan imobilisasi pada tangannya, sedangkan KSR yang membantu memijat-mijat dan kompres air hangat. Selain pesertanya sakit, salah satu panitia KKM divkes juga mengalami sakit pada lututnya dicurigai dislokasi pada lututnya. Karena panitianya merasa sehat dan kuat, LAKESMA hanya membalut lututnya.

4 Februari 2013

Fasilitas di pos kesehatan mulai tersedia lebih banyak, ada air,air hangat, penerangan, dan sampai shift pertama akan berakhir banyak obat2an yang keluar dari obat Panitia divkesnya. Sama seperti hari kedua ada beberapa timkes yang jaga di pos evaluasi ada yang di tenda. Dan ada yang jaga di petis untuk anak sd dan TK dan ada yang di tenda. Sampai pukul 15.00 alhamdulillah tidak ada peserta yang sakit di pos kesehatan putri. Total dalam 3 hari ada 9 peserta yang dipulangkan karena riwayat penyakit yang dulu dan cidera.  Pukul 15.00 , waktu timkes shift 1 telah selesai, dan siap untuk bertukar tempat dengan 10 timkes LAKESMA pada shift 2. Shift 1 tiba di PHC pukul 17.00 diantar dengan mobil panitia, dan shift 2 berangkat setelah solat magrib.

Permanent link to this article: http://lakesma.ub.ac.id/2014/03/artikel-kegiatan-timkes-kkm-teknik-xxxv/

Mar
11
2014

ARTIKEL KEGIATAN PETIS DAN BAKSOS LAKESMA 2013

Pada Tanggal 22 September 2013 telah dilaksanakan kegiatan PETIS DAN BAKSOS LAKESMA 2013. Kegiatan tersebut merupakan program kerja Lakesma dari divisi Yankes yang digabung dengan program kerja dari BEM yaitu DESA BINAAN. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Sumber Kradenan Kecamatan Pakis Kabupaten Malang. Bertempat di salah satu Sekolah Dasar di Desa Sumber Kradenan. Program kerja ini terdiri atas 2 kegiatan besar, yaitu Pengobatan Gratis (PETIS) dan Bakti Sosial (BAKSOS).

Pengobatan gratis (PETIS) ini diberikan kepada 150 warga yang telah ditunjuk oleh Kepala Desa Sumber Kradenan dengan memberikan kupon pengobatan gratis. Acara Pengobatan Gratis dimulai pukul 8 pagi di SD Desa Sumber Kradenan. Warga yang mengikuti pengobatan gratis mulai berdatangan dan mengikuti alur pengobatan yang sudah ditentukan oleh para panitia. Para pihak yang bersangkutan dalam pengobatan gratis ini adalah panitia dari anggota LAKESMA, partisipan yang terdiri dari 3 dokter umum yang dibantu oleh anggota LAKESMA yang berpengalaman dibidangnya.

Dalam pelaksanaan Pengobatan Gratis ketika warga berdatangan partisipan mendampingi warga untuk melakukan registrasi di meja Kestari selanjutnya partisipan pendamping melakukan anamnesa terhadap warga dan mengisi kartu status pasien. Setelah selesai melakukan anamnesa, partisipan pendamping mengantar warga menuju Ruang Pemeriksaan Tanda-tanda Vital (TTV). Di ruangan TTV ini dilakukan pemeriksaan tekanan darah, denyut nadi, berat badan dan tinggi badan. Setelah pemeriksaan selesai dilakukan, selanjutnya warga akan dibawa ke ruang tunggu untuk menunggu giliran pemeriksaan di ruang dokter. Di ruang dokter, warga diperiksa secara mendalam berdasarkan hasil anamnesa yang sudah dilakukan sebelumnya dan mendapatkan resep obat yang akan diberikan ke bagian farmasi. Alur terakhir, warga mengambil obat di ruang farmasi dan mendapatkan KIE dari farmasi tentang tata cara penggunaan obat yang diresepkan.

Bakti Sosial (BAKSOS) diberikan kepada 20 warga yang sudah ditunjuk oleh Kepala Desa Sumber Kradenan. Sembako disalurkan oleh panitia dengan cara mendatangi setiap rumah warga yang sudah ditentukan sebelumnya. Sembako terdiri dari beras, minyak goreng, gula, sabun, kopi dan lain-lain.

Pada Tanggal 22 September 2013 telah dilaksanakan kegiatan PETIS DAN BAKSOS LAKESMA 2013. Kegiatan tersebut merupakan program kerja Lakesma dari divisi Yankes yang digabung dengan program kerja dari BEM yaitu DESA BINAAN. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Sumber Kradenan Kecamatan Pakis Kabupaten Malang. Bertempat di salah satu Sekolah Dasar di Desa Sumber Kradenan. Program kerja ini terdiri atas 2 kegiatan besar, yaitu Pengobatan Gratis (PETIS) dan Bakti Sosial (BAKSOS).

Pengobatan gratis (PETIS) ini diberikan kepada 150 warga yang telah ditunjuk oleh Kepala Desa Sumber Kradenan dengan memberikan kupon pengobatan gratis. Acara Pengobatan Gratis dimulai pukul 8 pagi di SD Desa Sumber Kradenan. Warga yang mengikuti pengobatan gratis mulai berdatangan dan mengikuti alur pengobatan yang sudah ditentukan oleh para panitia. Para pihak yang bersangkutan dalam pengobatan gratis ini adalah panitia dari anggota LAKESMA, partisipan yang terdiri dari 3 dokter umum yang dibantu oleh anggota LAKESMA yang berpengalaman dibidangnya.

Dalam pelaksanaan Pengobatan Gratis ketika warga berdatangan partisipan mendampingi warga untuk melakukan registrasi di meja Kestari selanjutnya partisipan pendamping melakukan anamnesa terhadap warga dan mengisi kartu status pasien. Setelah selesai melakukan anamnesa, partisipan pendamping mengantar warga menuju Ruang Pemeriksaan Tanda-tanda Vital (TTV). Di ruangan TTV ini dilakukan pemeriksaan tekanan darah, denyut nadi, berat badan dan tinggi badan. Setelah pemeriksaan selesai dilakukan, selanjutnya warga akan dibawa ke ruang tunggu untuk menunggu giliran pemeriksaan di ruang dokter. Di ruang dokter, warga diperiksa secara mendalam berdasarkan hasil anamnesa yang sudah dilakukan sebelumnya dan mendapatkan resep obat yang akan diberikan ke bagian farmasi. Alur terakhir, warga mengambil obat di ruang farmasi dan mendapatkan KIE dari farmasi tentang tata cara penggunaan obat yang diresepkan.

Bakti Sosial (BAKSOS) diberikan kepada 20 warga yang sudah ditunjuk oleh Kepala Desa Sumber Kradenan. Sembako disalurkan oleh panitia dengan cara mendatangi setiap rumah warga yang sudah ditentukan sebelumnya. Sembako terdiri dari beras, minyak goreng, gula, sabun, kopi dan lain-lain.

Permanent link to this article: http://lakesma.ub.ac.id/2014/03/artikel-kegiatan-petis-dan-baksos-lakesma-2013/

Mar
11
2014

ARTIKEL KEGIATAN TIMKES KONSER SABRINA

Jadi gini nih ceritanya Himpunan Mahasiswa Elektro Brawijaya Malang mengadakan kegiatan Essential 2013, nah sebagai closingnya mereka mengundang Sabrina untuk mengadakan konser di hari sabtu 18 mei 2013, diselenggarakan di Graha Cakrawala UM. Dengan kapasitas ribuan orang Graha Cakrawala penuh pada malam itu, info dari panitia konser ini dihadiri sekitar 2000 orang.

Sebagai PJ kesehatan dari penyelenggara konser ada Mas Kadek Dwika Antara mahasiswa ub jurusan tehnik listrik 2010 yang akrab di sapa mas Crab. Setelah menghubungi lakesma untuk bekerjasama akhirnya menjemput kita pada pukul 19.00 di PHC tercinta. Walau agak terlambat penjemputannya, akhirnya tibalah kita Di Gria Cakrawala. Selanjutnya ada briefing dari panitia, saat itu petugas TIMKES di bagi menjadi 2 kelompok, 2 orang di VIP dan 4 orang di wilayah regular.